Pasti kamu tau kan istilah anak Jalanan yang sering diutarakan sebagian orang untuk menyebut para anak-anak yang hidup nomaden di jalan dengan biasanya mereka bepergian dengan cara nebeng-nebeng kendaraan bak terbuka yang biasanya sering lewat di jalan,nah itulah gambaranku ketika nanti cerita disini tapi aku hanya akan melalui jalur dekat ,45Km dari rumah,berbeda dengan mereka yang sudah berkilo-kilo meter menikmatinya.Tapi disini kami hanya mengantongi uang 30k dikantong kami,bukan perjalanan yang mewah tapi lebih ke borosss.
 |
| Menunggu kendaraan lewat |
Suatu ketika 2018,aku dan teman-teman berencana berkelana ke luar kota Madiun yaitu di kota tetangga Magetan tercinta dan itulah momen yang pas karena sedang libur sekolah jadi kami manfaatkan untuk liburan pergi kesana.Kami berangkat pagi sekitar jam 6 pagi,kami berangkat ber-5.
Sang Fajar telah menampakkan dirinya,ayam berkokok bersahutan menikmati munculnya dia sedangkan sebagian kami masih tertidur.Jam setengah 6 kami bersiap dengan persiapan yang alakadarnya,kami hanya bawa Hp,Baju cadangan,cas hp dan Air 650ml saja.
Jalanan masih sepi kendaraan,kami bercanda ria dijalan dan sambil menyetop nyetop kendaraan,kami menunggu cukup lama dan dapat bus lah kami untuk mencapai terminal Maospati yang hanya berjarak 4 kilo-an dari lokasi kami pertama ngumpul.Kaki ini terus berjalan saja menampakkan kaki dijalan yang mayoritas beraspal.jumpalah kami dengan Kantor Polisi lengkap dengan Pak Pol yang sedang berjaga di depan Pos gerbang dan kami ditanyai macam-macam,ketika kami ditanyai "kalian kesana naik apa?",kita jawab serentak begini "Jalan kaki pak,losss" selanjutnya kami diajak foto entah untuk apa aku ndak paham.Setelah cukup lama ngobrol kami harus lanjut jalan lagi karena waktu terus mengejar dan suara kaki itu terjadi lagi sampai beberapa kilo.
 |
| Polisi merangkul masyarakat |
Langkah kaki kian menjauh,panas semakin menyengat,tak kunjung juga kami mendapatkan tumpangan kami sempat nyerah namun jempol masih ingin diangkat rasanya karena nafsu berahi yang menggebu-gebu,namun ternyata kami salah jempolin kendaraan yang ternyata itu adalah bus yang kami naiki tadi pagi.Karena kaki ini sudah sedikit lelah terpaksa lah kami harus menaikinya walaupun bus ini nanti hanya berjalan beberapa kilometer namun itu cukup memberi kami bantuan karena mencarikan kami spot nebeng kendaraan yang lebih baik,hanya bayar 5k kami sampai tepat di depan lampu Merah Lalu Lintas.Suasana Lampu lalu lintas kala itu sedang rame karena masih pagi,disana banyak lalu lalang kendaraan pribadi dan paling sering kami jumpai adalah kendaraan pickup angkut sayur itulah target kami dari awal berangkat sampai pulang.
 |
| Jalani aja pasti ketemu jalannya |

Waktu menunjukkan pukul 10 pagi WIB,kami masih berada di Lampu Merah tadi dan beruntung ada pengamen dari kota Lamongan yang bisa kami ajak ngobrol,katanya dia kesininya nebeng-nebeng Truk;kami cerita banyak disini,kami diberi trik ala" anak jalanan untuk cepet dapat tebengan itu "kamu harus cari stop-an lalu kalau truknya bak terbuka langsung naik aja perkara mau kemana tujuan kendaraan itu ikuti saja".Sebelum kami pergi kami diberi dua batang rokok dan kami menggunakan Trik tadi untuk dapat tebengan,tetapi itu tidak aku sarankan karena merupakan hal bodoh ,bisa-bisa kalian malah diomelin sama pak Sopir karena naik tanpa ijin lebih baik kita cari aman saja.Kami selanjutnya mencari Truk sayur ditengah berhentinya para kendaraan kami langsung naik aja tanpa ijin dan beruntungnya si sopir tidak marah malah mereka welcome dengan kami,sampai-sampai ditengah perjalanan kami diampirkan di warung es Kelapa Muda,kebetulan itu pas kita sama-sama haus.Itulah kesempatan kami ngobrol-ngobrol dengan si supir.Pickup melaju sampai di Pasar Plaosan dan turunlah kami disana.
 |
| Pasar Plaosan |
 |
Makan
(Nasi 2,buat 5 orang) |
Sesampai disana kami merasa lapar sebab perjalanan yang memakan tenaga banyak.Kami cari warung pinggiran yang buka,makanlah kami di depan terminal Plaosan itupun hanya dua nasbung dibagi ber-lima,nikmat sekali rasanya karena perut sedang terguncang.Cepat kali rasanya makanan ini habis diperut lumayan kenyang sih dilanjutkan lagi perjalanan kami yang masih sedikit lagi sampai ini.Tepat depan kami adalah Pasar Plaosan,itulah kesempatan kami untuk cari tebengan disana mengingat disana banyak sekali pickup yang bongkar muat.Kami dapat pickup dan langsung naik aja tanpa sepengetahuan sopir dan ternyata pickup yang kami naiki dengan ilegal itu ternyata beda jalur terpaksa kami harus turun lagi deh.Sekarang posisi kami masih berada di depan Terminal dan kami nyari disana dapatlah yang satu arah kami langsung menaikinya atas persetujuan Sopir.Lalu kami sampailah tepat didepannya pintu gerbang Sarangan jauh sih,tapi dekat kok paling 500m-an kami jalan sambil menikmati panasnya matahari yang menyengat.Kami kira tiket masuknya bayar untuk pejalan kaki ternyata kami digratisin,penjaga tiket kami lewati begitu aja... heuheu yang lain bayar kita gak bayar jadi gak enak nih,tapi gapapalah lumayan mengingat uang kami yang hanya 30k.
Masuklah kami didalam area Sarangan sekarang kami bisa bergerak bebas disana.Beruntungnya saat kami disana tempatnya sedang sepi.Kami duduk di pinggir telaga sambil ngobrol santai,tak sadar telah tiba waktunya Dhuhur cari Mushola akhirnya kami dengan baju yang sudah mulai berbau masih pede juga kami menghadap Tuhan.Selesai Sholat kami melihat disekitar situ terdapat Gapura Pintu Masuk Air Terjun Tirto Sari kami mempertimbangkan untuk masuk ke situ dan sempat ingin membeli tiket tapi karena uang kami yang kurang banyak kami memutuskan untuk menanggalkan niat kami kesitu dan sempat mencoba mencari jalan pintas melalui jalan ilegal tapi ternyata setelah kami cari-cari sampai sejam kami juga tak mendapatkan jalan pintasnya hehe...Kami putus harapan dan pergi saja untuk mencari tumpangan selanjutnya kami berjalan berjalan-jalan sambil guyon untuk melepaskan ketegangan kebetulan kami bawa kamera pocket kecil untuk mendokumentasikan perjalanan ini dengan format JPG.
Beberapa menit berjalan kami sampai juga akhirnya di pintu keluar posisinya tepat di sampingnya pintu masuk.Kami bingung dan mikir "bagaimana ya caranya pulang?"
'mikir di hatinya masing"
' beberapa menit mikir sambil melewati Pintu keluar tiba2 kami dipanggil oleh penjaga karcis tepat disamping kami,kami cemas karena takut jika di mintai tiket masuk mengingat uang kami yang cuman 30k saja itu sudah membuat kami dredeg(tegang),eh ternyata kami malah diajak ngobrol ngalor ngidul sampe nanya" tentang perjalanan kami tanpa membahas perihal tiket lha saya malah menanyai cuan tiket disini wkwkw...setelah bahan obrolan habis kami didatangi penjual Bubur Ayam mungkin langganan penjaga tiket disini eh kami malah ditawari yaa karena kami semua lapar jadi ya mau aja lah ehe...kami makan Bubur dengan lahap dan sedikit sungkan malah-malah satu temanku Rizal namanya,minta jatah lagi dia haduhhh dan si penjaga tiketpun tidak masalah rupanya dan dibayari semua olehnya.

Selesai makan kami berlima dicarikan tumpangan untuk menuju pulang kami dapat Pickup warna biru dengan muatan kosong,wah terima kasih banget lo pak..jadi ga enak nih.Pickup membawa kami melewati jalan turunan tikungan tajam dengan sedikit hawa dingin Sarangan yang lumayan adem bagi anak dari dataran rendah.Pat puluh lima menit berlalu dan sampailah kami di Alun-alun Kota Magetan syukur-syukur udah sampai bawah ketimbang masih diatas bisa Hipotermia kita nanti heuehu.
Suasana sore sangat menyejukkan sambil bengong kami menatap orang yang sedang maen Sepatu Roda di lapangan Basket.Bengong,melongo,bengong melongo..gitu aja sampe setengah jam.Karena kami belum bisa pulang mengingat hari yang kian gelap kami memilih untuk mencari tempat aman ya solusinya ya di Masjid terdekat tepat didepan kami Masjid Agung Alun-Alun Magetan,Sholat lah kami disitu Ashar,Maghrib sampai Isya sayangnya Subuh ketiduran.Kami menghabiskan banyak waktu disitu agar bisa mempercepat waktu.Kami berkeliling Masjid untuk mencari spot tidur terbaik menaiki tangga atas sampai mandi pun kami disitu.Selesai istirahat bersama-sama kita minta ijin untuk tidur di Masjid situ dan ternyata kita ditolak karena jam buka Masjid yang hanya sampai jam 22.00 WIB saja yasudah menyerah lah kami dan tidak menaruh harap tempat itu untuk kita tiduri.Berkeliling keliling lah kami di seputaran Alun-Alun Magetan tadi sambil mencari tempat tidur kedua,dari kejauhan terdapat Mas-mas sedang berlatih silat khas Madiun dan kami hampirilah mereka dan kami berkenalan menonton latihan Sambung Segitiga mereka kebetulan saya dulu juga ikut silat jadi sedikit tau gerakan-gerakan yang mereka lakukan.Hari kian gelap kami lapar dann kami butuh makan..."Belilah Gblk!!" dapat juga akhirnya di Kedai Mie Ayam sono,mirisnya kami cuma beli dua Mie Ayam untuk dibagi ber-lima kami putar biar adil sambil diliat orang-orang peduli setan yang penting kenyang.Kenyang sudah perut ini.Mumpung Baterai Handphone masih banyak kami coba nyari internet gratisan dapatlah kami wifi.id di tengah tengah Alun-Alun situ sampai larut malam kami berselancar di dunia maya tanpa kami sadari jalan kian sepi eh sudah lewat jam sepuluh malam ternyata kami tertidur di Pendopo Alun-Alun yang cukup dingin tanpa alas tanpa perlindungan apapun hanya kaos dan celana kamilah pelindungnya dari dinginnya malam..perasaan di todong,di curi membayang-bayang kami mengingat tempat tidur kami yang cukup terpantau dari sisi manapun walaupun sudah dipojok kami masih terbayang perasaan yang tidak2.Kami bikin perjanjian untuk jaga barang berharga dengan gantian tidur ternyata itu tidak berhasil karena dua teman saya tidak peduli saat dibangunkan dengan terpaksa kami harus mengorbankan jam tidur ternyata juga tidak bisa kami malah ikut tertidur semua dengan masih dibayangi tadi jadi tidur kami bertiga tidak tenang.
Ditengah malam ditengah kota ini ternyata masih banyak juga orang yang bersenang-senang aku mendapati anak muda yang Mabuk"an,balap liar,nongkrong mereka semua tenggelam dengan aktivitasnya masing-masing.Sementara kita tertidur di tengah-tengah tempat degan suasana itu wkwkwk..Pagi kami jemput dengan perasaan senang tapi dengan uang yang sudah habis,kami lanjut jalan dan seperti biasa cari tumpangan lagi sampai rumah.
Komentar
Posting Komentar