Halo sobat Blogger selamat datang di cerita aku,kali ini aku mau bercerita tentang perjalananku ke Semarang yang hanya mengeluarkan uang 200 ribu saja bersama temanku dan menghabiskan 3 hari disana,perjalanan ini dimulai tanggal 12 Juni 2019 dan ditulis tanggal 28 Juli 2019 hehe lumayan telatpost sekali ya tapi gapapa yang penting cerita nya tersampaikan dengan jelas.
 |
| Kebingungan |
Hari itu lepas Bulan Ramadhan kegiatan berikutnya mesti berjumpa dengan hari biasa lagi dan di waktu itu sempat ter wacana untuk Backpackeran sendiri tapi sayang sekali terhalang oleh izin kedua orang tuaku karena terlalu berbahaya untuk anak yang masih kecil seperti aku.Setelah kurenungkan cukup lama aku memikirkan untuk mengajak satu teman lagi agar perjalanan ini terlihat aman di mata orang tua ku padahal aslinya sama saja masalah keamanan itu.Oke setelah aku membuat janjian sama temanku kita mengumpulkan dana untuk pergi kesana dan kami memakai uang saku lebaran yang hanya 400 ribu saja dibagi dua jadi ya hanya 200 ribu saja per orang.Budget terkumpul sudah dan kami langsung pesan hotel lebih dulu agar kami bisa tenang masalah tidur,karena kami membawa banyak barang jadi cukup berbahaya untuk tidur di luar,setelah browsing cukup lama akhirnya kami dapat hotel yang paling murah di harga 80 ribu per malamnya.
 |
| Didalam Bus seat paling depan dan silau |
Hari H sudah menanti di depan mata,kami berdua tinggal kita berangkat aja langsung dengan diawali packing dan sarapan pagi tidak lupa juga berdoa agar senantiasa diberi keselamatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.Kami berangkat jam 10 Pagi dengan berjalan dulu ke Jalan Raya agar bisa memberhentikan bus di pinggir jalan,kami menunggu hanya sekitar 15 menit udah dapat aja itu bus merk Sumber Sela*at ber AC ekonomi yang membawa kami sampai Solo saja dan memakan waktu 2 jam perjalanan kami pun sudah sampai di Terminal Tirtonadi Solo.Di Terminal itu kami hanya numpang buang air dan Sholat disana dan kamipun langsung pergi meninggalkan Terminal itu dengan menaiki Bus
Patas.dengan pelan Bus menyusuri jalanan yang lumayan ramai kala itu dan kami mendapat duduk paling depan samping sopir karena bus sudah cukup lumayan penuh sesak di geladak belakang,duduk di depan juga lumayan menyilaukan mata karena sang mentari tepat berada di depan kita Setelah menunggu giliran penumpang yang turun akhirnya kami dapat tempat duduk di belakang yang ternyata disana tedapat masalah lagi karena bau toilet yang pesing kami hirup setiap detiknya kami tak betah dan pindahlah kami ditengah dan kami bertahan sampai bus tiba di kota Lumpia.Oh ya tadi lupa aku mau Intermezzo sedikit perihal Semarang kota.Jadi ceritanya gini,sebenarnya aku ingin mengunjungi daerah yang belum aku kunjungi di Indonesia jadi ini Semarang masuk dalam Bucketlistku dan aku juga ingin membagikan pengalamanku naik Transportasi di Kota Megapolitan ini nanti,seperti apa akses transportasinya.
 |
| Sekitar Terboyo |
 |
| Diatas JPO |
Tepat jam 05.15,kami tetiba di Terminal Terboyo.Aku kira di Terboyo ini seperti Terminal pada umumnya ternyata hanya hamparan tempat persinggahan Bus yang cukup luas dan terdapat pelabuhan disana ‘OMG pekik ku dalam hati’.Bus berhenti cukup lama dan kami segera turun dari Bus melangkah beberapa langkah dan didepan mata kami terdapat jalan besar seperti Tol dan ternyata itulah jalur Pantura,seumur umurku sampai saat ini lah 12 Juni pertama kali aku menapakkan kaki disana sudah lupakan saja aku tak mau bertele-tele.Setelah berjalan bermeter-meter kami melewati JPO untuk sampai seberang Jalan bagian Kanan agar bisa kembali ke Semarang dan mencari Angkota untuk menuju ke Jl.Layur dan bermalam disana.Tiba di hotel kami Check In dan menyerahkan Kartu Pelajar sebagai jaminan bilamana kita kabur dan membawa kasur hotel,ya gak mungkin lah.Malam harinya kami sempat ditegur oleh staff entah pemiliknya hotel bahwa disana itu harus punya KTP untuk menginap disana dan bodohnya kami berdua tidak membaca persyaratan di hotel yang untuk jaminanya memerlukan KTP(17+),kami sempat diancam bila digrebek satpol pp siap aja angkat kaki dari hotel beruntung si Bapak ini masih mengijinkan kami untuk singgah walau dengan syarat yang belum terpenuhi.Agenda kami hari ini hanya mandi,makan bekal yang dibawa temanku dan beli nasi di warung terdekat lepas itu lanjut tidur.
 |
| Mencari Bus |
 |
| Angkota mengalami pecah ban |
 |
| Terdampar di Tempat Pembuangan Sampah |
Tak terasa hari sudah berganti kami melanjutkan mandi pagi dan lanjut menyusuri kota Semarang dengan sedikit jalan kaki dan kebanyakan naik Transport umum yang sudah disediakan oleh pemerintah Kota Semarang.Untuk kalian yang ingin naik Bus kota juga sudah tersedia dan kalian bisa download aplikasinya yang bernama BRT Semarang dan kalian bisa tau dimana Bus itu berada akan tetapi,jalur dan rute bus belum begitu ter integritas jadi aku lumayan bingung dan memilih untuk perbanyak naik angkot aja.Tujuan awalku adalah ke Klenteng Sam Poo Kong kami naik BRT Semarang untuk menuju kesana,didalam Bus lumayan dingin dan petugasnya cukup ramah kami dibebankan tiket hanya Rp.3.500 sekali jalan.Sesampai disana kami membeli tiket hanya ceban untuk masuknya.Setelah masuk kami disana hanya berfoto-foto dan sedikit lesehan untuk memikirkan kemana lagi kita harus pergi pagi ini,kami tidak cukup waktu untuk belajar sejarah disana.Setelah kami ke Sam Poo Kong kami lanjutkan perjalanan untuk membeli minuman dan roti untuk mengganjal perut kami yang kosong dan dua botol minuman promo di minimarket setempat.Roti dan minuman telah habis dilahap dan minuman tinggal sebotol kami lalu cari Angkota untuk melanjut perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah dengan angkota yang sedikit bobrok kami disuruh oper angkota lain karena bukan merupakan rutenya,setelah oper angkota dengan kode C kami lalu menaikinya.Angkot ini terlihat cukup bagus tapi di sepanjang perjalanan tepat di depan stasiun angkot terdapat masalah pada bannya yang bocor dan si supir langsung menggantinya dengan cekatan alahasil ban gantinya juga kurang angin jadi terpaksa harus di isi dulu beruntung ada tempat isi angin di situ coba kalau ga ada kita disuruh oper dulu.Para penumpang menunggu cukup lama.untung semua penumpang memakluminya,kalau tidak sudah ditinggal itu angkot.Masih di dalam angkot kami bercerita ria bersama Sopir yang sedikit lelah dan kami lalu disuruh oper angkot lagi dan di angkot berikutnya perjalanan cukup lancar kami dilewatkan jalan belakang masjid yang penuh sampah berserakan dan kami harus lanjut jalan untuk sampai disana masalah muncul lagi kami diturunkan diluar dibelakang masjid lagi dan ternyata itu masih dikunci,tapi kita beruntung disana ada petugas kebersihan yang mau masuk masjid,jadi kami dibukakan pintu yang semulanya ditutup bisa kami lewati dengan mudah kami tidak harus muter,namanya juga rezeki itu gak pernah kemana.Semua area Masjid mulai dari Basement,Perpus,Kantin,tempat Wudhu hampir kami susuri semuanya namun sayang sekali kami tidak sempat mampir di Menara pandang Masjid Agung karena kami lapar jadi kami harus beli makan langsung dan kami tinggalkan itu Masjid setelah Dhuhur dengan perut yang kosong.Kami sarapan di depan Masjid Agung yang disananya terdapat warung Kaki Lima yang berjejer banyak sekali disana kami menyantap nasbung yang sudah dibungkus kecil-kecil dengan 3 tusuk sate Telur oh nikmatnya.Lanjut kami bayar dan pulang dengan perut kenyang dengan langkah kaki penuh semangat untuk melanjutkan perjalanan.
 |
| menikmati |
Menjelang sore kota Semarang ditemani kepulan asap yang menggumpal kami berjalan bersanding dengan asap sembari mencari kendaraan umum karena disekitar situ tidak ada angkota jadi terpaksa aku harus jalan dulu beberapa kilometer.Setelah beberapa kilo berjalan kami melihat angkota yang menuju ke Kota Lama Semarang dan naiklah kami kesana dan rehat sebentar kami diangkota itu dengan udara yang pengap kami bertahan didalam angkota sampai oper angkota ke tujuan Lawang Sewu.Kami diturunkan di Lampu Merah yang cukup macet kala itu karena jam-jam orang pulang kerja.Kami selanjutnya menyusuri jalanan sekitar Lawang Sewu dan akhirnya sampailah kami di depan loket masuk dan membeli tiket 10 ribu saja lanjut masuk.
 |
| Berjalan |
 |
| Lawang Sewu |
 |
| Musisi di Lawang Sewu |
Di dalam sana kami menjumpai banyak pintu sampai-sampai kami kebingungan karena terdapat banyak sekali pintu disana dan di setiap ruangan terdapat history atau sekilas foto dan beberapa replika benda bersejarah jika kalian masuk ke ruangan satu ke ruangan lainnya niscaya wawasan sejarahmu akan bertambah nantinya.Setelah puas menyusuri kami lanjut membeli air minum karena daritadi kami kekurangan minum.Setelah beberapa jam disana kami lanjut ke pintu luar karena hari sudah mau menjelang sore kami pergi dengan meninggalkan sampah botol plastik.Keluar lagi dan menjumpai jalan raya setelah direkomendasikan oleh Google aku dapat tempat wisata lagi yaitu di Kampung Pelangi Semarang yang lokasinya berada di dekat Lawang Sewu ini jadi ya cukup Jalan saja sudah sampai aku disana.
 |
| diatas Kampung Pelangi |
 |
| Menaiki anak tangga |
Di depan Kampung Pelangi ini terdapat Toko Bunga yang berjejer banyak sekali dan terdapat sungai kali yang membatasinya antara Toko Bunga dan Kampung Pelanginya.Di Kampung Pelangi ini kita tidak dipungut biaya sepeserpun kok kalian tinggal jaga aja kebersihannya.Di Kampung Pelangi ini merupakan sebuah Kampung tempat tinggal penduduk warga yang ramah dan menjadi daya taraik banyak wisatawan baik lokal maupun turis asing tapi pada saat aku kunjungi waktu itu hanya terdapat beberapa orang saja yang berkunjung disana tidak begitu ramai.Kami melewati jembatan kecil di belakang toko bunga yang tertuju ke Kampung Pelangi kami disambut dengan banyak sekali anak tangga yang menjulang nun jauh sampai atas dan kami menaikinnya satu persatu sampai tiba di puncak dan kami dapat view yang cukup bagus view kota semarang dan dibarengi sang mentari yang sedang nampak ingin tenggelam karena sudah sore dan kamipun lanjut turun melompati anak tangga menuju ke bawah lagi karena sudah ingin senja dan baliklah kami ke Layur naik ojol.
Malam hari di Semarang kami nyantai sambil menikmati keramaian di Jl.Layur sambil menikmati Nasi lalap di salah satu warung disana.Suasana disana cukup ramai banyak anak-anak nongkrong dan bermain bola sepak di jalan padahal jalan cukup ramai disana kami ditemani suara gonggongan anjing dan suara kendaraan bermotor yang mengepulkan asapnya.Setelah nyantai diluar kami lanjut tidur,sebenarnya kami ingin ke Kota Lama pada malam hari tapi karena mata yang sudah lelah kami memilih tidur aja.
Keesokan harinya kami kemas barang dan harus pulang karena temanku ini sedang ada urusan organisasinya jadi mau gak mau harus pulang dan jam 7 pagi kami check out dari Hostel dan lanjut mencari BRT TransJateng untuk menuju ke Terboyo.Kami pulang menggunakan Bus PATAS yang hanya sampai Solo saja dan sesampai di Solo kami naik Bus Ekonomi kami tertidur selama di perjalanan dan mendengarkan sedikit lantunan ukulele dari musisi jalanan.Baru saja mata ku pejamkan sudah sampai saja aku di rumah.
-Hostel : 80k /org
-Transport besar : 80k pp
-Transport Kota Semarang : 10k
-Makan : 25k
-Wisata Klenteng & Lawang Sewu : 20k lainnya gratis
total+215k
Komentar
Posting Komentar