Cerita ini ditulis sesudah peristiwa yang terjadi seperti di judul,jadi ya merupakan kisah nyata bukan karangan semata.Di perjalanan ini aku melibatkan 2 orang yaitu aku sendiri dan temanku namanya Bintang.
Kala itu tanggal sembilan,bulan Juli jam enam lebih lima puluh petang aku termenung dikamar sendirian bersama sebatang Smartphone yang sangat hampa didalamnya,aku mendapatkan notif Whatsapp dari temanku,dia mengajakku pergi keluar rumah nggak tau mau kemana?.Dan ternyata dia mengajak ku ke Jogja,tapi aku menolaknya karena keterbatasan dana jadinya kita berencana ke tempat lainnya,setelah searching selama 1 jam lebih akhirnya aku menemukan destinasi yang kayaknya menarik yang berlokasi di Kepyar, Purwantoro, Ngudal, Pagerukir, Sampung, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah 57695 itu berada di perbatasan antara Jawa Timur-Jawa Tengah.Keesokan harinya kami break dulu untuk menggali informasinya tentang Cumbri,dan ternyata bukit itu direkomendasikan untuk pendaki pemula seperti aku ini.
 |
Bukit" sudah mulai menampakkan dirinya di sepanjang Jl.Raya Ponorogo-Wonogiri |
Kami akhirnya berangkat tanggal sebelas bulan Juli dengan membawa dua ransel kecil dan sebuah kuda besi dan perlengkapannya untuk dinaikinya menuju kesana.Kami berangkat jam lima pagi dan perjalanan dihabiskan selama satu setengah jam melewati Madiun-Ponorogo-Sumoroto.Sepanjang perjalanan kami melewati kota",persawahan dan hutan jati.Perjalanan tinggal dua puluh menit lagi kami memasuki desa kawasan wisata Cumbri jalannya belum bisa diakses dengan kendaraan roda empat karena jalannya hanya dilapisi cor dan masih mayoritas bebatuan tajam cukup lumayan sempit daripada jalan biasanya(lewat jalur Kepyar).
Motor sempat tidak kuat karena tanjakkan yang terlalu ekstrim dengan kontur jalan cor-coran |
Setelah melewati Jembatan,jalan menanjak,jalur terjal dsb selang beberapa menit kemudian kami sampai di Pos Kepyar jalur tercepat menuju kesana.Disana terdapat tempat parkir yang cukup luas untuk motor saja,ada juga warung makan wifi area dan terdapat juga Mushola kecil yang adem banget ketika masuk didalamnya sayang sekali air tandon tidak bisa waktu itu,jadi kami bingung mau basuh muka dimana karena muka sudah cukup ngantuk.Oh ya untuk biaya parkir itu sudah termasuk biaya masuknya.Di pos satu kami berdua break dulu untuk makan karena lapar dan ngisi air agar terhidrasi dengan baik tubuh kami,mengingat sedang musim kemarau dengan panas yang menyengat

Trekking dimulai jam sembilan pagi dengan tenaga yang sudah siap kami berdua melangkahkan kaki dengan perlahan-lahan ditemani dengan sinar matahari pagi hari dan dua ransel yang siap sedia untuk kami.Disepanjang perjalanan kami melewati alas Jati yang sedang meranggas karena pengap.Kami juga menjumpai warga sekitar yang sedang bertani kami lalu menyapanya,jalur pendakian disana lumayan terjal karena banyak batu-batuan dengan kontur yang tidak rata serta berdebu pada saat kemarau.Disana juga terdapat satu pos yang lumayan teduh,kalian bisa berteduh disana dengan nyaman untuk mengistirahatkan diri.Setelah break di pos kami melanjutkan perjalanan ke puncak dengan tanjakan yang lumayan ekstrim sekali bagi kami pendaki pemula yang belum terbiasa mendaki.

Pendakian ini memakan waktu sekitar tiga puluh menit berjalan normal dengan mengeluarkan banyak tenaga.Dikala weekday seperti ini jalur pendakian lumayan sepi dan hanya diisi oleh beberapa orang saja mengingat aksesnya yang sangat sulit jadi banyak wisatawan yang merasa kesulitan menuju kesini.Setelah sampai dipuncak kami berjumpa dengan seekor monyet yang memandangi kami dan monyet itu tidak menyerang kami justru ia malah menyambut kami dengan hangat.

Pemandangan dibukit ini sangat indah karena terdapat bukit-bukit yang mengelilinginya dan banyak sekali diketemukan monyet disana jadi tetap hati-hati ya jangan keseringan memberi makan pada monyet-monyet itu nanti mereka jadi kebiasaan terus malah maksa deh.Untuk agan yang ingin mendapatkan Sunrise bisa datang lebih pagi sekitar jam tiga pagi karena sunrisenya akan sangat menakjubkan.Berfoto disini juga sangat mudah kok tidak begitu sulit aksesnya namun ya tetap hati-hati saja ya.Aku berada di puncak cukup lama karena menikmati pemandangan yang sangat menakjubkan itu aku terkagum kagum hehe.untuk kalian para pendaki pemula seperti aku sangat direkomendasikan pergi kesana karena bukit ini cukup bersahabat untuk didaki tapi keep safety always ya gan.Namun sayang sekali disana masih aja terdapat coretan-coretan vandalisme dari orang yang tidak bertanggung jawab tapi kalau sampah masih jarang saya temui tapi ada sedikit.
Gimana,apakah kamu tertarik berkunjung ke Cumbri?,pastinya bukit Cumbri ini akan memberimu pengalaman yang menyenangkan dan pemandangan disini tidak kalah bagusnya kok dengan gunung-gunung yang lainnya ohya bukit Cumbri juga punya kembaran lo yaitu di Chocolate hill di Filipina,jadi gausah jauh-jauh kesana cukup disini saja sudah bagus kok dan murah juga.Kalian cukup bayar beberapa rupiah dan tidak merusaknya sudah cukup keren kok kalian dimata siapapun.Sekian dan terima kasih :)
Jika berkenan boleh berkunjung dimari lah :
Komentar
Posting Komentar