Mo cerita lagi nih yeee,ceritanya aku mau cerita lagi.Pagi hari itu tepat jam dua dini hari aku tiba" terbangun seperti biasa anak muda pada umumnya aku membuka hanphone ku entah mengecek apa seingatku aku mengecek Whatsapp Status teman-temanku aku mendapatkan salah satu temanku yang mengajak ke bukit Mongkrang lewat statusnya kuabaikan lalu aku tinggal tidur lagi.
Jam 5 aku terbangun oleh alarm Handphoneku lalu aku pergi tuk basuh muka ngantuk ini lalu kubuka Handphone lagi,kembali aku cek status temanku tadi untuk memastikan masih atau tidak ''oh ternyata masih ada'' aku merespon untuk mengikutinya dan terjadilah percakapan di Whatsapp Salma namanya dia itu temanku saat SMP dulu sekarang kelas 10.Salma tampaknya keberatan jikalau kita hanya berdua saja,aku terserah saja tanpa saran apapun ternyata temannya ada yang mau ikut eh gimana ya mungkin Salma yang ajak "bodolah",Clara namanya sama seperti Salma dia juga temanku sewaktu SMP.oke ketiga belah pihak telah setuju dan kami mengatur jadwal berangkat.
Aku menunggu dirumah sekitaran satu jam.janjiannya jam sepuluh pagi dan kita molor sampai satu jam aku tinggal ngobrol dengan teman dan kakakku,satu jam ngobrol habis ternyata dua temanku tadi sudah menjemputku di depan.Aku menghampirinya lalu berangkat bersama-sama dengan naik Motor saja.
Di sepanjang jalan tampaknya cukup ramai mengingat ini hari Sabtu sedangkan cuaca sangat tidak menentu dibawah panas tapi sesampai diatas malah kadang mendung.Perjalanan memakan waktu satu jam lebih membuat motor kehausan dan mampirlah kami di pengisian bahan bakar terdekat di Magetan sedangkan kami sendiri juga haus tapi karena bawa minum jadi aman gausah ribet beli wkwk.
Setelah memutar tuas gas cukup lama akhirnya kami sampai di tempat pendakian aku memarkirkan Motor temanku ini,disana tempat parkirnya cukup luas dengan alas rerumputan hijau dengan backround bukit Mongkrang dan dikelilingi pegunungan Lawu.Baru sampai sini aku sudah merasakan hawa tenang pegunungan jauh dari kepadatan kota Madiun.
Memulai perjalanan dengan tenang kami bertiga untuk menuju kepuncak kami berjalan dengan perlahan baru beberapa meter kami disambut oleh jalanan yang becek oleh hujan.Setelah mikir cukup lama untuk melewati jalan becek ini aku membahas tentang pentingnya menyesuaikan pakaian saat dimanapun dan itulah yang terjadi pada temanku Clara dia mengenakan pakaian yang keliru dia malah pake Rok Panjang dan Flatshoes mengingat medannya sedang licin Flatshoes membuatnya mudah terpeleset,sedangkan aku dan Salma memakai Sneakers apakah keliru jika memakai itu di pendakian tolong penjelasan di komentar :).Masih saja terus berjalan aku mengeluarkan kamera ku dan menggantungkannya di leher untuk menangkap momen penting,tak sadar aku menjempret dan mereka berdua tampak mengobrol kami tiba sampai di tempat tiket,Harga tiket masuk termasuk murah tidak sampai 10k perorang dan untuk parkir tadi cuma 5k aja untuk Motor.Setelah membayar tiket kami langsung melanjutkan berjalan mendaki lagi,kontur tanah mulai tidak rata dan karena bekas hujan tadi malam membuat kondisi tanah becek.jalanan mulai naik dengan cuaca berkabut kami semangat menggapainya dengan hati-hati,didepan kedapatan spot ciamik teman saya ngode untuk difotoin yaudah deh shutter ku klik dan jadilah beberapa puluh foto.Di perjalanan kami kedapatan banyak warung karena ini merupakan bukit wisata umum jadi banyak dijumpai warung bahkan diatas pun masih ada,Clara berinisiatif membeli satu tongkat kayu untuk menumpu badannya yang beralaskan flat Shoes sedang aku dan Salma tidak beli karena kami sudah merasa hebat padahal mah jalan sedang licin harganya cuma 2k mayanlah buat Trekkingpole sementara.Jalanan masih juga tampak sepi tanah semakin tinggi kami tetap optimis semangat meskipun nafas terengah wkwk,jumpa lagi ternyata dengan spot ciamik untuk kesekian kalinya kami nyantai dulu menikmati pemandangan yang disuguhkan,tak disangka sudah lima puluh lebih foto terjepret oleh shutter.Perut lapar melanda setelah cukup lama mendaki kami kedapatan warung lagi diatas Clara&Salma memesan mie untuk memuaskan laparnya.Sedangkan aku cukup kopi hitam tapi karena Clara sedang ingin yang lain aku dikasih Mienya sama dia yang masih utuh,kami nikmati semua makanan ini bersama-sama diatas dengan hawa yang cukup dingin bagi kami orang dari bawah muehehe.Hujan datang kabut menyelimuti kami yang ada di warung membuat kami tambah kedinginan,aku memilih tidur saja dan mereka berdua menikmati Hotspot wifi Handphone ku janjinya dibuat kabarin keluarga dirumah e malah dibuat Instagram membuat Kuota ku cepat tersedott wkwkkw..anjir memang.Ohya untuk Provider Telkomsel disini masih dijumpai sinyal kok jadi santai aja jika berkunjung ke Mongkrang sinyal selalu ada kok kalau masih ditengah-tengah perjalanan.
Lama menunggu akhirnya hujan reda kami lalu membayar orang warung untuk menggendong kami menuju puncak eh yakali..kami cuma mau bayar Kopi dan Makan tadi.Sokin ayo lanjut dengan semangat ku memberi mereka semangat cuaca masih mendung juga padahal kami sudah semangat.kami kedapatan orang di warung kosong dan menyapa kami dengan candaan ala-ala romantis.Rehat sejenak dan berfoto sambil menunggu rombongan lain kita bercanda santay,orang di Warung tadi keluar dan mereka ternyata juga mau menuju puncak dan dibelakang menyusul juga pasangan Suami Istri sedang juga ingin ke puncak sokin lah mas mba kami siap mengawalmu dari belakang kok awokoko.Tiba-tiba rintik hujan mengguyur deras lagi kamera sedikit dibasahi oleh air hujan pegunungan dan itu menganggu sekali tapi kami tetap optimis karena banyak rekan-rekan didepan kami.Hujan semakin deras juga Clara sempat terpleset begitu juga dengan Salma mereka sama-sama mengawali prosesi plesetisasi,sedangkan aku belum!sombong amat!.Didepan kami sebenar sudah puncak tapi karena hujan terlalu deras kami bingung berteduh dimana kedapatan lah kami dengan orang Ngawi yang ngeCamp disitu mereka memanggil-manggil kami untuk mempersilahkan masuk tenda.Yang temanku cewek disarankan untuk gabung di tenda cewek entah apa yang mereka obrolkan yang jelas aku didalam tenda dihangatkan oleh Kopi instan sachetan buatan mereka dan sempat ditawari rokok karena aku tidak merokok jadi aku menolaknya dengan sopan.Selesai ngobrol kami terdiam sejenak dan menunggu hujan reda sambil mereka menghabiskan rokoknya dan aku menghabiskan kopinya hehehe..karena Hujan sedikit reda dan Matahari mulai tenggelam temanku tadi memanggilku untuk segera keluar agar segera lanjut jalan.Puncak sudah ada didepan kami dan kami menaruh tas dan berfoto-foto disana suasana dipuncak cukup banyak orang yang ngecamp dan kami melihatnya sendiri Kabut perlahan mulai menghilang dan cuaca mulai cerah.Kami pulang dengan perasaan senang tapi masih kehujanan juga,ternyata dibawah hujan nya cukup deras juga aku menyiapkan jas hujan temanku malah tidak bawa,kesalahan sekali buat aku lupa tidak mengarahkan mereka yaudah deh jadikan pelajaran aja dan jangan pernah kapok.saking serunya momen pendakian tadi Clara sampai membawa tongkat kayu tadi untuk dibawa ke rumah aku menyarankan untuk meninggalkannya malah ngeyel dia.

Komentar
Posting Komentar